Kekhawatiran Malaikat dan Bumi Atas Penciptaan Adam

Kekhawatiran Malaikat dan Bumi Atas Penciptaan Adam AS
Di suatu masa, tibalah saatnya ketika para malaikat melakukan musyawarah besar atas undangan Allah Ta'ala. (Baca Sebelumnya: Azazil Kekasih Allah Di Masa Itu...)

"Dan ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang khalifah di bumi". Para malaikat berkata: "Mengapa hendak Kau jadikan [khalifah] di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memujiMu dan menyucikanMu?" Tuhan menjawab: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui." (QS. Al-Baqarah (2):30)

Kekhawatiran malaikat ini karena memang sebelumnya telah terjadi pertumpahan darah di bumi oleh bangsa jinn.

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah." (QS. Shad (38): 71)


Dalam Bahrul 'Ulum li As-Samarqandiy 1:35, disebutkan: Kemudian Allah memerintahkan malaikat Jibril untuk mengambil tanah di bumi sebagai bahan penciptaan Adam. Namun bumi berkata kepada Jibril; "Atas nama Allah yang telah mengutusmu, jangan kau lakukan! karena aku takut dari tanah ini akan diciptakan makhluk yang banyak durhaka kepada Allah, sehingga aku akan malu kepadaNya."


Demikianlah argumentasi bumi yang telah lama bersahabat dengan Azazil, sehingga sangat pandai mengucap kata. Bumi menolak perintah Allah dengan bersumpah atas nama Allah, sebuah kalimat kontradiktif yang secara sepintas nampak tawadhu' namun terjadi pengingkaran perintah.

Namun karena Jibril di kala itu tidak terlatih untuk berargumentasi, maka kembalilah Jibril ke hadapan Allah. Dengan rasa sungkan, Jibril menghadap Allah sambil berkata, "Demikianlah yang terjadi, ya Tuhan! Namun jika diperintahkan turun lagi ke bumi, hamba pun akan turun."

Lalu diutuslah malaikat Mika'il, namun kejadiannya sama dengan Jibril. Begitu pula malaikat Israfil juga tak bisa berkelit dengan argumentasi bumi, hingga Israfil pun juga kembali menghadap Allah. Ini mengisyaratkan bahwa dari bumi akan tercipta dan lahir makhluk yang kedudukannya di sisi Allah bisa melebihi para malaikat.

Lalu diutuslah malaikat Izra’il, dan sebagai kalimat ketundukan sebelum melaksanakan perintah, Izrail memuji Allah dengan kalimat Baqiyatush Shalihah sampai lima kali:

"Subhanallah Wal Hamdulillah, Wala Ilaha Illallah Wallahu Akbar"
"Maha Suci Allah, segala puji untuk Allah, tidak ada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (izin) Allah."

 
Maka turunlah Izrail ke bumi, dan seperti halnya Jibril, Mikail dan Israfil, bumi pun menggertak dengan argumentasi yang hebat. Namun Izrail membalas gertakan bumi dengan berkata, "Ma amarallah awla min qawlik" (Apa yang diperintahkan Allah lebih utama dari ucapanmu). Lalu Izrail mengumpulkan tanah berwarna merah, kuning, hitam dan putih, lalu dibawa kembali menghadap Allah.

Menurut versi lain, Izrail yang kemudian ditugasi Allah untuk membentuk rupa Adam. Dan karena Izrail yang berhasil membawa tanah sebagai bakal tubuh Adam, maka Izrail yang kemudian akan ditugasi untuk mencabut nyawa Adam dan anak keturunannya, hingga nyawa Izrail sendiri.

Sesungguhnya Kami telah menciptakanmu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, … (QS. Al-A’râf (7): 11)
"Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya (Adam), dan telah Kutiupkan ke dalamnya ruh-Ku, maka tunduklah kalian kepadanya (Adam) dengan bersujud."

Lalu bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali Azazil, dia tidak termasuk yang ikut ber-sujud, dia membangkang dan menyombongkan diri. (Selengkapnya tersurat dalam QS. Al-Baqarah (2): 30-39; Al-A'raf (7): 11-25; Al-Hijr (15): 26-31; Al-Isra’ (17): 61-65; Al-Kahfi (18): 50-51, Thaha (20): 115-124; dan Shad (38): 71-74)

Karena Azazil tidak mematuhi perintah Allah Ta'ala, maka serta merta Allah tidak memanggil dengan nama Azazil lagi, tapi dengan nama barunya, Iblis, karena ia telah berputus asa dari rahmat Allah. Ia menjadi sosok yang diramalkan dan bahkan ia kutuk selama seribu tahun.

"Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tanganKu. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk yang (lebih) tinggi?” (QS. Shâd [38]: 75)

Bagaimana argumentasi Iblis atas ketidakpatuhannya untuk bersujud kepada Adam. Baca Selanjutnya : Antara Iblis, Malaikat dan Manusia

.
Topik Terkait
1) Sosok Azazil Di Masa Pra Penciptaan Adam AS
2) Azazil, Kekasih Allah Di Masa Itu...
3) Kekhawatiran Malaikat dan Bumi Atas Penciptaan Adam
4) Antara Iblis, Malaikat dan Manusia
5) Rayuan Iblis Kala Bulan Madu Adam dan Hawa

6) Siapa Penghuni Bumi Sebelum Adam
7) Awal Kehidupan Adam Sebagai Penghuni Bumi
8) Kehidupan Adam Dan Hawa di Bumi


jumrahonline | jumrah.com