Artikel lainnya

Hasil Munas Amphuri Ingin Hapus Biaya Visa Tambahan

Hasil Munas Amphuri: Hapus Biaya Visa Tambahan
Hasil Musyawarah Nasional (Munas) IV Asosiasi Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji Republik Indonesia (AMPHURI) adalah meminta Kemenag dan pemerintah untuk menolak pengenaan biaya tambahan oleh pemerintah Arab Saudi sebesar 2.000 riyal.

Biaya ini dikenakan kepada pemerintah jamaah yang pernah melaksanakan ibadah umrah dan haji.

"Kenaikan visa umrah 2.000 riyal memang berdampak pada berkurangnya peminat, tetapi secara signifikan kami berharap dampak penurunannya tidak terjadi," jelas Ketua Umum Amphuri Joko Asmoro dia di Hotel Rancamaya, Bogor, (2/11).

Joko berharap masyarakat memahami bahwa kenaikan visa bukan merupakan kebijakan dari penyelenggara tetapi dari pemerintah Arab Saudi. Apalagi penyelenggara haji dan umrah merasa lebih berat dengan kenaikan biaya visa untuk pengguna multiple

"Pengguna visa multiple adalah petugas dan pembimbing dan dikenakan biaya visa lebih mahal," jelas dia. 

Jika aturan ini tidak dihapus memang mau tidak mau mereka tetap harus mematuhinya. Lagipula ini bukan hanya ditetapkan untuk Indonesia saja tetapi juga seluruh dunia diberlakukan sama. 

Meski terjadi kenaikan harga visa, Joko optimis keinginan masyarakat untuk melaksanakan umrah masih begitu besar. Dalam penerapannya pun nantinya harga paket umrah akan terpisah dengan biaya visa. 

Ini karena penetapan biaya visa berlaku untuk mereka yang telah menjalankan ibadah haji dan umrah. "Harga paket umrah akan tetap seperti biasa, hanya saja ada tambahan biaya visa untuk mereka yang pernah berhaji dan umrah,"jelas dia. 

Sebelumnya keempat asosiasi yang tergabung dalam Perhimpunan Asosiasi Travel Umrah dan Haji (PATUH) telah melayangkan surat kepada pemerintah untuk mempertimbangkan aturan ini. 

Tahun 2016 ini jumlah jamaah umrah yang telah diberangkatkan oleh seluruh travel resmi sebanyak 699.800. Untuk tahun depan Amphuri tidak ada target khusus untuk jumlah jamaah umrah, hanya saja Amphuri berharap dapat melayani jamaah dengan sebaik-baiknya dan tidak ada lagi travel nakal yang menelantarkan jamaah.*

republika.co.id

Sosialisasi Proses Pemvisaan Akhir Jamaah Umrah

Sosialisasi Proses Pemvisaan Akhir
Telah diterbitkan Surat Edaran Proses Pemvisaan Akhir di awal November ini, lansiran dari Surat Edaran Proses Pemvisaan Akhir tersebut untuk disosialisasikan kepada perusahaan PPIU dan PIHK.

(Simak juga : Hasil Munas Amphuri Ingin Hapus Biaya Visa Tambahan)

Dalam surat edaran tersebut disampaikan sebagai berikut;

1) Sehubungan dengan Proses Akhir Pemvisaan melalui 4 Asosiasi telah sepakat untuk menetapkan biaya operasional sebesar USD. 15,- per visa.

2) Sesuai dengan ketentuan dari pemerintah Saudi Arabia bagi calon Jemaah Umrah yang pernah melaksanakan umrah dalam 3 tahun terakhir akan dikenakan biaya tambahan sebesar SAR 2,000,- per Jemaah. 

Berikut lampiran salinan Surat Edaran Proses Pemvisaan Akhir tersebut.


International Islamic Expo 2016 oleh Anggito Abimanyu

International Islamic Expo 2016 oleh Anggito Abimanyu
International Islamic Expo (IIE) 2016 kembali digelar di Assembly Hall JCC Senayan, Jakarta. Ajang pemeran Biro Perjalanan Haji Khusus dan Umrah dan keuangan syariah ini akan berlangsung pada 28-30 Oktober 2016.

Sebanyak 135 peserta yang merupakan gabungan dari travel agen wisata islam, maskapai penerbangan dan hotel dari dalam dan luar negeri meramaikan International Islamic Expo 2016 ini.



IIE 2016 juga menghadirkan banyak bank-bank syariah yang menawarkan banyak produk untuk membiayai haji khusus dan umrah serta pembiayaan untuk keuangan syariah lainnya seperti Bank Syariah Mandiri, Bank BRI Syariah, dan BNI Syariah.


Empat maskapai terbesar yang biasa melayani penerbangan haji, yakni Garuda Indonesia, Emirates, Etihad, dan Qatar Airways ikut hadir guna menawarkan berbagai promo menarik.

Ketua Panitia IIE 2016 Anggito Abimanyu mengungkapkan, tujuan digelarnya event yang sudah memasuki edisi ke-12 itu adalah untuk mempertemukan buyer dan sales di industri perjalanan haji khusus dan umrah serta Islamic Tourism.

Ada banyak penawaran paket haji khusus yang cukup menarik dari biro perjalanan haji. Kami juga mengundang otoritas dari Kementerian Keuangan, Dirjen Imigrasi, Kementerian Agama, MUI, dan Asosiasi untuk menjelaskan berbagai macam kegiatan dan kebijakan mengenai haji khusus, umrah, wisata, dan keuangan syariah, ungkap Anggito dalam sambutannya saat meresmikan pembukaan IIE 2016, di Assembly Hall JCC Senayan, (28/10).

Menurut Anggito, yang juga Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), International Islamic Expo 2016 ini untuk pertama kalinya digelar bersama dengan ISEI. “Selain menghadirkan promo, IIE 2016 menggelar pelatihan workshop keuangan syariah, serta mengundang LPPOM MUI untuk menjelaskan mengenai dana dakwah dan juga produk halal yang sekarang cukup populer menjadi ladang bisnis dan juga ladang amal untuk pelaku bisnis syariah,” ujar Anggito.

Anggito menambahkan, daya tarik utama dari pameran IIE 2016 ini memang ada di berbagai macam paket haji dan umrah. “Mereka memberikan discount dan doorprize yang cukup menarik. Tahun ini untuk pertama kalinya IIE juga mengundang bintang tamu spesial yang akan memberikan hiburan seperti Fadli Padi, Fathin Sidqia, Rossa, dan Bunga Citra Lestari,” beber Anggito seraya menambahkan IIE ini menargetkan pengunjung 25 ribu hingga 30 ribu dengan nilai transaksi di atas Rp22 milyar.

Provided by Erwin E Ananto | Jumrah Online 

Bisnis Travel Haji Banjir Peminat Omzet Meningkat

Bisnis Travel Haji Banjir Peminat Omzet Meningkat
International Islamic Expo 2016 baru saja digelar. Pameran yang digelar sepanjang tiga hari ini mulai Jumat, 28 Oktober sampai dengan 30 Oktober 2016, membawa berkah bagi biro perjalanan umrah dan haji.

Mayoritas biro-biro tersebut menyebut ada peningkatan pengunjung yang ingin menggunakan biro perjalanan mereka. Peningkatan cukup lumayan besar setidaknya dialami biro perjalanan Al Hijaz Tour and Travel dan Al Malik.

"Peningkatannya lumayan, sih. Ada 20 persen,” kata Direktur Operasional Al Hijaz Tour,  Dwi Puji Astuti di Jakarta Conventional Center, Jakarta,  Senin 31 Oktober 2016.

Sementara itu, perwakilan Al Malik, Imam, mengatakan jumlah pengunjung selama pameran IIE 2016 meningkat sekitar 10-20 persen.

“Dampaknya (karena) ada pameran seperti ini,” kata Imam. 

Selama pameran berlangsung kebanyakan dari biro perjalanan umrah dan haji ini memang menggelar promo diskon untuk menarik pengunjung dan sosialiasasi biro travel haji dan umrah mereka.

Al Hijaz diketahui membuat promo diskon Rp2 juta. Jika hari-hari biasa, harga perjalanan wisata mereka mulai dibanderol seharga Rp22,5 juta. Di pameran, harganya dipangkas menjadi Rp20,5 juta.

"Kami diskon PP (pergi pulang) untuk menarik pengunjung,” kata Dwi.

Dia melanjutkan, pengunjung selalu menanyakan pelayanan, program, dan harga yang ditawarkan. Mulai dari akomodasi hingga letak hotel dari situs wisata.

"(Mereka bertanya) harganya berapa, pesawat apa, transit tidak, dan jarak hotelnya. Itu yang sering (ditanyakan),” kata dia.

Imam mengatakan pengunjung juga banyak yang bertanya tentang harga, program, dan layanan wisata haji dan umrah mereka. “ Kadang ada juga yang bertanya dari segi harga dan cari yang termurah. Tugas kami di sini adalah mengedukasi mereka,” kata dia.

Jumrah Online | Jumrah.com | Erwin E Ananto

Munas Amphuri Tak Sekadar Pilih Pemimpin Baru

Munas Amphuri Tak Sekadar Pilih Pemimpin Baru
Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia berharap Munas IV tak hanya memilih pemimpi baru tetapi juga jajaran pengurus yang lebih baik. Apalagi dengan industri haji dan umrah yang selalu mengalami perubahan aturan. 

"Pilih jajaran pengurus yang lebih baik bukan sekedar memilih pemimpin baru, karena aturan selalu berubah," jelas dia di Hotel Rancamaya, Bogor, Selasa (1/11).


Untuk periode mendatang Amphuri memiliki garis -garis besar kebijaksanaan organisasi (GBKO) dari 2016 hingga 2019. Di tahun pertama Amphuri akan mengupayakan 17 program kerja. 


Beberapa program kerja prioritas tahun 2016-2017 diantaranya meminta Kemenag dan Pemerintah menolak pengenaan biaya tambahan yang dilakukan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebesar dua ribu riyal terhadap jamaah Indonesia yang pernah melaksanakan ibadah umrah maupun haji.


Kedua, memperjuangkan perubahan UU no 13 tahun 2008 dengan draft yang matang dan dapat dipertanggungjawabkan untuk kepastian berusaha anggota Amphuri. 


Amphuri juga akan melakukan peninjauan ulang terhadap sistem pendaftaran haji first come first serve dalam bentuk yang kongkrit dan futuristik untuk kepastian berusaha Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).


Selain itu pihaknya juga ingin memastikan bahwa kuota haji khusus dapat diumumkan sejak bulan Rabiul Awal agar seluruh persiapan dan aktifitas haji dapat dilakukan lebih awal dan matang. 


Sedangkan di tahun 2017-2018, Amphuri berupaya agar ada kebijakan terkait mutasi jamaah haji reguler ke jamaah haji khusus. Kedua, terkait haji khusus, Amphuri berharap tidak lagi menggunakan first come first serve


Ketiga, Amphuri ingin ada carter pesawat dan blocking hotel Arab Saudi untuk memudahkan penyelenggaraan haji dan umrah bagi anggota Amphuri.


Selain itu mereka ingin mengupayakan pengembalian seluruh setoran akhir jamaah haji khusus yang diterima PIHK tanpa ada pemotongan baya general service fee oleh Kemenag.


Tahun terakhir 2018-2019, Amphuri berharap seluruh program kerja dua tahun sebelumnya dapat dihasilkan dalam kesepakatan baik dengan pihak pemerintah Indonesia maupun dengan Arab Saudi.

Pihaknya juga berharap Kemenag dapat bersedia mengembalikan hak jamaah berupa bagi hasil atas pengendapan setoran awal sekitar 4000 dollar AS.


Dalam mewujudkan eksistensi Amphuri, seluruh anggota Amphuri diharapkan dapat terus bekerja sama dengan media massa terutama media yang peduli dengan perkembangan dan permasalahan haji dan umrah. 


Sekjen Amphuri Budi Firmansyah mengatakan Munas ke IV ini berbagai perusahaan yang bekerja sama dengan Amphuri selama ini mendapatkan plakat penghargaan.


Ketua Panitia Munas IV Amphuri Rihan Nurhasan Muzzakar berharap kegiatan ini dapat berjalan dnegan lancar. Siapapun ketua yang terpilih harus didukung bersama oleh seluruh anggota. 


"Kami berharap pengurus baru akan lahirkan terobosan baru dan menjadikan Amphuri lebih baik, meskipun memang ada pepatah tak ada gading yang tak retak," ujar dia.


Richan berharap Munas kali ini mampu memunculkan figur ketua umum yang memiliki kualitas bibit, bebet dan bobot kepemimpinan.*



republika.co.id

Pasar Al-Balad di Kota Tua Jeddah

Pasar Al-Balad di Kota Tua Jeddah
Jeddah merupakan kota tua. Sejarah kota ini bermula dari sebuah desa nelayan kecil di tepi Laut Merah. Desa tersebut kini telah bertransformasi menjadi kota modern, kota terbesar pusat perdagangan kedua setelah Ibu Kota Riyadh.

Pada masa lalu, pelabuhan Jeddah adalah pintu gerbang utama menuju kota suci Makkah. Ketika jamaah haji dari mancanegara berangkat ke Tanah Suci dengan kapal laut, mereka harus singgah dan berlabuh di Kota Jeddah terlebih dahulu.

Jamaah haji kita mengenal kota Jeddah sebagai lokasi favorit untuk berburu berbagai macam oleh-oleh, khususnya kawasan al-Balad. Untuk nantinya dibawa pulang ke Tanah Air. Berbagai jenis barang dijual di sana, mulai dari jam tangan, tas, pakaian, barang elektronik, hingga makanan.
Untuk menggaet konsumen asal Indonesia yakni para jamaah haji, beberapa toko menggunakan nama "Murah" untuk toko mereka. Seperti toko Ali Murah, toko Kurma Murah, toko Sultan Murah, dan sebagainya.

Di samping dikenal sebagai lokasi berbelanja, al-Balad juga menyimpan peninggalan sejarah masa lalu Kota Jeddah. Beberapa bangunan sisa kejayaan di masa lalu masih bisa dilihat di kawasan al-Balad.

Di antara deretan toko yang menjajakan aneka jenis barang, terdapat puluhan bangunan tua dengan dua hingga lima lantai. Usianya diperkirakan puluhan tahun bahkan ada yang mencapai seratus tahun.

Ciri khasnya, bangunan itu berjendela yang memiliki balkon. Jendela itu disebut rawashin. Bahan bakunya terbuat dari kayu berwarna coklat tua dengan ukiran indah. Dari luar, balkon jendela itu tampak seperti kotak kayu dengan ukiran yang indah.

Balkon dan jendela kayu berukir itu tidak hanya berfungsi untuk memperindah gedung, tapi juga untuk membantu mengadang pancaran sinar matahari langsung. Fungsi lainnya adalah menangkap serta mengalirkan embusan udara ke seluruh bagian gedung, sehingga membuat sejuk ruangan pada musim panas.


Bangunan bekas tempat tinggal pada masa lalu itu didirikan berdempetan satu sama lain. Hanya dipisahkan oleh gang sempit selebar satu hingga dua meter. Pada siang hari, deretan gedung dengan gang sempit itu bermanfaat bagaikan pohon rindang menaungi pejalan kaki yang melintas, sehingga terlindung dari sengatan cahaya matahari di bawah bayangannya.

Sebagian ornamen kayu di gedung-gedung tua di kawasan perdagangan itu sudah rusak termakan usia. Ada tiga buah meriam kuno yang dipajang di tengah jalan. Konon, meriam itu digunakan untuk mempertahankan kota Jeddah dari serangan tentara Portugis pada masa lalu.

Sebagian besar bangunan-bangunan tua di al-Balad adalah milik saudagar kaya pada masa lalu. Pada 2014, kawasan ini, dengan koleksi bangunan tuanya, dinobatkan PBB menjadi situs warisan budaya dunia.

Selain berbelanja, tidak ada salahnya mampir sejenak berjalan-jalan melihat kawasan lama di al-Balad. Jamaah haji dapat menyaksikan sejarah masa lalu Kota Jeddah. Mereka juga bisa mengenang bagaimana beratnya perjuangan jamaah haji pada masa lalu, untuk mencapai Kota Suci Makkah.

Dahulu, Umat Islam Indonesia berhaji dengan menumpangi kapal laut. Mereka harus berjuang melawan ombak yang mengancam kapal mereka. Butuh waktu  panjang untuk sampai ke Tanah Suci.

Kita mengenal sejumlah ulama besar asal Tanah Air yang berdakwah di Tanah Suci. Salah satunya adalah Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Dia menjadi imam, khatib, dan guru besar di Masjid al-Haram, sekaligus Mufti Mazhab Syafi'i pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.*

Mengapa Islam Lahir di Mekkah?

Mengapa Islam Lahir di Mekah?
Apa alasan yang melatarbelakangi dipilihnya Mekah sebagai tempat munculnya Islam? Padahal ada banyak tempat lain yang tersebar di muka bumi.

Mungkin pertanyaan ini seringkali mengusik di benak? Apa alasan yang melatarbelakangi dipilihnya Mekah sebagai tempat munculnya agama Allah yang disampaikan lewat Rasul? Padahal ada banyak tempat lain yang tersebar di seluruh muka bumi.

Allah Memilih Karena Hikmah

Dalam memilih kedatangan Rasul, tentu saja Allah menentukan sesuai ilmu-Nya dan hikmah-Nya. Karena Allah tersucikan dari tindakan sia-sia. Apalagi hanya untuk main-main.

Allah berfirman,

"Apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu untuk main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (115) Maka Maha Tinggi Allah, Sang Raja al-Haq…" (QS. al-Mukminun: 115-116)

Banyak ketetapan Allah yang sebenarnya makhluk tidak memiliki kepentingan dengan-Nya. Dalam arti, makhluk tahu maupun tidak tahu, sama sekali tidak menambah ketakwaannya kepada Allah. Bisa jadi, pertanyaan yang hanya sebatas 'kepo' untuk sesuatu yang tidak ada kepentingan dengannya, termasuk tindakan kurang beradab.

Karena itulah, kita tidak pernah menjumpai ada sahabat yang mempertanyakan hal ini. Sementara mereka adalah manusia yang paling haus tentang ilmu agama. Dan mereka memiliki guru yang paling istimewa, yaitu Rasulullah SAW.

Tanggung jawab kita, hanyalah bagaimana bisa bertemu Allah dengan selamat. Sementara alasan mengapa Allah mengutus Rasul-Nya dari Mekah, kita serahkan saja kepada Allah yang Maha Tahu.

"Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan." (QS. al-An’am: 124)

Meski begitu, ada sejumlah referensi yang menyebutkan beberapa hikmah besar, yang menjadi alasan mengapa Allah mengutus Rasul-Nya Muhammad SAW di Mekah.

Ada dua latar belakang pertanyaan semacam ini disampaikan, Pertama, dalam rangka menggugat ketetapan Allah Ta’ala, bertanya dengan latar belakang semacam ini, pernah dilakukan orang musyrikin quraisy.

Allah ceritakan dalam al-Quran,

وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ هَذَا الْقُرْآَنُ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ

Mereka berkata: “Mengapa al-Quran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini?”

Lalu dibantah oleh Allah di lanjutan ayat,

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ

“Apakah mereka yang membagi rahmat dari Rabmu?” (QS. az-Zukhruf: 31-32)

Allah yang menciptakan, Allah yang memiliki, dan Dia yang paling berhak untuk memilih. Dia yang paling berhak menentukan, dimana Allah akan mengutus Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah berfirman,

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. al-Qashas: 68)

Meskipun, jika Allah berkehendak, Dia mampu untuk mengutus rasul di semua daerah,

وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ نَذِيرًا

“Jika Aku menghendaki, Aku akan mengutus seorang rasul di setiap daerah.” (QS. al-Furqan: 51)

Namun Allah hanya memilih satu tempat untuk posisi munculnya sang utusan-Nya.

Kemudian, pertanyaan yang diajukan orang musyrik, hakekatnya bukan pertanyaan karena menolak tempat. Tapi pertanyaan karena latar belakang menolak kebenaran. Sehingga, andaikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus di Yaman, mereka akan mempertanyakan, “Mengapa nabi di utus di Yaman, bukankah masih banyak tempat lainnya?” dan sinonim yang sama juga bisa terjadi ketika beliau diutus di Indonesia sekalipun.

Kedua,
dalam rangka menggali hikmah mengapa Allah memilih Mekah sebagai tempat munculnya islam.

Banyak ketetapan Allah yang sebenarnya makhluk tidak memiliki kepentingan dengannya. Dalam arti, makhluk tahu maupun tidak tahu, sama sekali tidak menambah ketaqwaannya kepada Allah. Bisa jadi, pertanyaan yang hanya sebatas kepo untuk sesuatu yang tidak ada kepentingan dengannya, termasuk tindakan kurang beradab.

Karena itulah, kita tidak pernah menjumpai ada sahabat yang mempertanyakan hal ini. sementara mereka adalah manusia yang paling haus tentang ilmu agama. Dan mereka memiliki guru yang paling istimewa, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tanggung jawab kita, bagaimana bisa bertemu Allah dengan selamat. Sementara alasan, mengapa Allah mengutus Rasul-Nya dari Mekah, kita serahkan kepada Allah yang Maha Tahu,

اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ

“Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan.” (QS. al-An’am: 124)


Meskipun bisa saja orang mencari hikmah di  balik diutusnya rasul, dengan tujuan untuk menguatkan iman.

Sebagian referensi menyebutkan beberapa hikmah besar, mengapa Allah mengutus Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di Mekah,

Pertama, orang mekah dikenal sebagai orang yang ummi, tidak bisa baca tulis. Termasuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri orang yang tidak bisa membaca dan menulis. Sementara kehadiran beliau membawa mukjizat terbesar, yaitu al-Quran. Sehingga, latar belakang beliau akan menepis anggapan bahwa al-Quran ditulis oleh Muhammad dan para sahabatnya.

Kedua, di masa jahiliyah, sudah ada kekuatan besar yang menjadi negara adidaya, romawi dan persia. Sementara jazirah arab jauh di selatan, terpisah dengan gurun mematikan dengan romawi dan persia. Disamping jazirah arab sendiri tidak terlalu bisa diharapkan akan menghasilkan keuntungan dari sisi pertanian, sehingga romawi dan persi tidak ada nafsu untuk menaklukkanya.

Kondisi ini sangat menguntungkan dari sisi tantangan dakwah, karena islam datang di luar wilayah negara adikuasa, sehingga tidak mengalami tantangan dari penguasanya. Dan ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dibaiat sebagai kepala negara Madinah, beliau berdiri di wilayah yang tidak masuk kekuasaan negara lain.

Ketiga, di kota Mekah ada ka’bah yang merupakan salah satu syiar islam, karena mengunjungi ka’bah bagian dari ajaran Ibrahim. Sehingga kehadiran beliau di Mekah sebagai tahap awal untuk pembersihan masjidil haram dari semua bentuk lambang kesyirikan.

Di samping itu, ka’bah menjadi pusat perhatian masyarakat di jazirah arab. Sehingga memudahkan Rasul untuk mendakwahkan mereka semua ketika mereka datang di kota Mekah.

Allahu a’lam

konsultasisyariah.com

Pameran Haji dan Umrah Internasional 2016 di Jakarta

Digelar Pameran Haji dan Umrah Internasional di Jakarta
INTERNATIONAL ISLAMIC EXPO (IIE) - UMRAH-HAJJ & ISLAMIC TOURISM yang akan digelar di Jakarta Convention Center pada 28-30 Oktober 2016 nanti. Ini adalah pameran umrah dan haji terbesar di dunia. Ada puluhan biro perjalanan umrah haji ternama di Indonesia yang akan ikut dalam ajang pameran ini.

Jadi anda bisa memilih dan membandingkan harga dan pelayanan dari setiap biro perjalanan umrah-haji sebelum mengambil keputusan. Kelebihan lain, biro umrah yang ada di pameran ini adalah agen umrah yang terpercaya dan resmi terdaftar di Kementerian Agama. Jadi anda bisa beribadah tanpa khawatir tertipu.

International Islamic Expo ini dipastikan berbeda dengan event-event sebelumnya. Selain diikuti biro-biro perjalanan wisata dari Indonesia, pameran ini juga diikuti exhibitor internasional dari berbagai negara, mulai dari negara-negara di Asia Tenggara hingga negara-negara Timur Tengah. Bidang usahanya mulai dari perusahaan penerbangan international, tour operator, penyedia jasa hotel,  provider visa, restauran dan catering sampai pengusaha transportasi di Arab Saudi.




Potensi jamaah umrah dan haji di Indonesia memang sangat besar. Setiap tahun sekitar satu juta penduduk Indonesia berangkat ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umrah. Sedangkan untuk haji, setiap tahun Indonesia mengirimkan sekitar 165 ribu jemaah haji, dan merupakan jemaah haji terbesar di dunia. 

Sebelumnya, Alia Convex sebagai penyelenggara IIE telah memulai roadshow sosialisasi di Kota Jeddah, Arab Saudi.  Sosialisasi dalam bentuk silaturahmi dan buka puasa bersama pada Ramadhan lalu itu mendapat dukungan dari Konsulat Jenderal RI Jeddah dengan mengundang berbagai instansi dan komunitas setempat yang secara rutin sudah mengikuti dari tahun ke tahun dan mengundang instansi baru untuk bergabung di IIE tahun ini. Dalam kesempatan tersebut juga dipromosikan destinasi-destinasi wisata halal di Indonesia.

Pada  tahun 2015 lalu International Islamic Expo dihadiri 47 Exhibitor International dan 36 Exhibitor Domestik. Juga didukung 10 perbankan syariah terbaik di Indonesia.

Tidak hanya Negara Timur Tengah yang menggarap wisata halal, masih di tahun 2015 lalu, Korea Tourism Organization juga hadir di IIE untuk mempromosikan pariwisata muslim di negeri gingseng ini. Korea memperkenalkan tujuan wisata di pulau Jeju yang ramah untuk wisatawan muslim. Selain itu, daerah pemerintahan Seocho juga datang untuk  mempromosikan wisata medis mutakhir Korea. Ada juga pertunjukan non-verbal langsung dari Korea, yaitu Pang Show dan Drawing Show. Sekitar 750.000 wisatawan muslim berkunjung ke Korea per tahun. Tahun lalu, sekitar 210.000 wisatawan Indonesia berkunjung ke Korea. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat secara bertahap.

Selain Korea Selatan, destinasi wisata halal memang sedang gencar digarap di Asia Timur seperti Indonesia, Malaysia dan Thailand. Demikian juga China, Taiwan, dan Jepang mulai secara agresif membuat promo wisata halal negara masing-masing di berbagai forum dunia. Untuk mengantisipasi pertumbuhan wisata muslim, tahun ini International Islamic Expo menyiapkan 120 booth untuk menampung perusahaan-purusahaan yang bergerak dibidang umrah-haji dan wisata muslim dari dalam dan luar negeri..

Dari sisi kunjungan, selama tiga hari IIE tahun 2014 dikunjungi lebih dari 25.000 orang, untuk tahun 2015 sekitar 27.000 orang.  Untuk IIE tahun 2016 ini ditargetkan bisa menarik lebih dari 30.000 pengunjung.

Berikut adalah sambutan resmi Dr Anggito Abimanyu terkait IIE 2015 dan menyambut IIE 2016.

Assalamualaikum Wr, Wb.  

At the outset on behalf of Alia Convex and The Ministry of Tourism and Creative Economy of Republic Indonesia, I would like to personally thank to all of the exhibitors and visitors who participated in the INTERNATIONAL ISLAMIC EXPO 2015 – The 11th Umra –Hajj & Islamic Tourism Jakarta, we have laid the foundation for a new dialogue and philosophy for Umra-Hajj, Hotel industry and Islamic Tourism in the 21st Century.

This year has been good to us and as we move into the new era, Islamic tourism is now a key sector of the Middle East, Central Asia and Far East economies in particular to Umra & Hajj and “International Islamic Expo” has grown in partnership with the Travel associations, Hoteliers and public from regional countries.

Indonesia has been one of the world's best performing in tourism and some of the new innovative projects announced in recent times in the Middle East are launched in this event. Against this background, this event will provide the necessary impetus for the industry to move forward.

The International Islamic Expo, is the world largest and primer Islamic travel & tourism event providing three days of intensive meetings, seminars, press conferences and social networking opportunities.

Now in its 12th year, “International Islamic Expo” is a key arena in which to unlock your business potential as the event is firmly established as must-attend exhibition for travel professionals in particular to Hajj & Umra, Hotel industry, Islamic Tourism and Trade & Investment.

With the ten years of consecutive success in Islamic tourism, it is my pleasure to announce and invite you to participate in the forth coming annual global event INTERNATIONAL ISLAMIC EXPO 2016 – The 12th Umra-Hajj & Islamic Tourism, scheduled on 28th - 30th October 2016 at Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta – Indonesia.

International Islamic Expo 2016 would be a meeting point where Islamic Tourism Practitioners, Umra-Hajj policy makers, Hoteliers, Traders & Investors, Sellers and Buyers from Islamic Countries would meet for the promoting business exchange and networking. It accommodates the interest of those who see ASEAN Countries, especially Indonesia as the biggest source for Umra-Hajj and Islamic Tourism. The choise of Indonesia as the venue for The INTERNATIONAL ISLAMIC EXPO 2016 denotes the importance of Indonesia as the Largest Muslim Populous Country in the world for Umra-Hajj as well as for Islamic Tourism generating country.

INTERNATIONAL ISLAMIC EXPO 2016 – The 12th Umra-Hajj & Islamic Tourism is endorsed by the Travel Associations from ASEAN Countries, AMPHURI (Indonesia), HIMPUH (Indonesia), ASPHURINDO (Indonesia), KESTHURI (Indonesia), ASITA (Indonesia), ASTINDO (Indonesia), BUMITRA (Malaysia), AMTAS (Singapore), DHSB (Brunei), BATA (Brunei) and fully supported by the Ministry of Religious Affairs of Republic Indonesia and the Ministry of Foreign Affairs of Republic of Indonesia.

On a final note, we are confident International Islamic Expo 2016 - The 12th Umra-Hajj & Islamic Tourism edition of the event will result in excellent business for the regional as well as international sectors. Once again, we appreciate your on going support and we look forward to working with you to resolve the challengers that lie ahead of us this year.

Selamat Datang, Welcome to Indonesia
DR. H. Anggito Abumanyu
Chairman ALIA CONVEX