,

Alasan Umat Muslim Menangadahkan Tangan Saat Berdoa

Rasulullah pernah bersabda, "Sesungguhnya Tuhan kalian Yang Maha Suci dan Maha Tinggi adalah Maha Hidup dan Mulia, Dia merasa malu dari hamba-Nya apabila ia mengangkat kedua tanganya kepada-Nya dan mengembalikannya dalam keadaan kosong." (HR. Abu Dawud 1488, Turmudli 3556 dengan sanad shahih, lihat Shahihul Jami’ 1753)

Alasan Umat Muslim Menangadahkan Tangan Saat Berdoa
Berdo'a merupakan aktivitas seorang hamba untuk meminta kepada Maha Pencipta, atas sesuatu apa yang diinginkan dan dibutuhkan. Sebagaimana shalat, berdoa pun memiliki adab. Umat Muslim umumnya selalu menengadahkan tangan ke langit saat berdoa kepada Allah SWT usai shalat.

Adab ini menurut Rasulullah SAW menjadi salah satu alasan dihijabahnya doa seorang hamba. Lalu timbul pertanyaan, jika Allah Ta'ala tidak terikat arah, kenapa hambanya harus menengadahkan tangan saat berdoa?
Banyak hadits yang mengungkapkan tentang alasan Islam tentang menengadahkan tangan ketika berdoa. Bahkan sebagian para ulama mengatakan bahwa hadits-nya mencapai derajat mutawatir maknawi.

Berdoa dengan menengadahkan tangan sunnah hukumnya jika dilakukan saat berdoa meminta hujan, berdoa saat di bukit Shafa dan di Marwah, saat di Arafah, melempar jumrah 'ula di hari-hari tasyriq dan jumrah wustha. Namun menengadahkan tangan akan menjadi bid’ah ketika memanjatkan doa di tengah shalat. Misalnya doa saat antara dua sujud, saat tasyahud akhir.

Terkait pertanyaan kenapa hambanya harus menengadahkan tangan saat berdoa, seorang ulama Al Azhar, Al Muhaddits Syeikh Ahmad bin Shiddiq Al Ghumari Al Maghribi (1380 H) telah menyebutkan bahwa hal ini berkenaan dengan masalah ubudiyah, seperti menghadap kiblat saat melaksanakan shalat, dan meletakkan kening ke bumi saat sujud, maka menangadahkan tangan seakan-akan langit merupakan kiblat saat berdoa.

Dalam surat Adz-Dzariyat ayat 22 Allah Ta'ala berfirman, "Dan di langit ada rezeki kalian dan apa-apa yang dijanjikan."

Langit memang menjadi tempat turunnya rezeki. Di sanalah Allah menurunkan hujan yang menjadi rahmat bagi manusia. Langit menjadi tempat para malaikat, dimana Allah memberi perintah kepada mereka, hingga mereka menurunkannya ke penghuni bumi. Ringkasnya, langit adalah tempat pelaksanaan keputusan, maka saat berdoa kedua telapak tangan kita diarahkan ke langit.


Rasulullah pernah bersabda, "Sesungguhnya Tuhan kalian Yang Maha Suci dan Maha Tinggi adalah Maha Hidup dan Mulia, Dia merasa malu dari hamba-Nya apabila ia mengangkat kedua tanganya kepada-Nya dan mengembalikannya dalam keadaan kosong." (HR. Abu Dawud 1488, Turmudli 3556 dengan sanad shahih, lihat Shahihul Jami’ 1753)
 

Hal ini mungkin menjadi alasan, kenapa Rasululah mengatakan bahwa menengadahkan tangan menjadi salah satu penyebab terkabul atau tidaknya doa. Dibalik itu, doa dengan menengadahkan tangan ke langit juga memiliki filosofi tentang Tuhan.

Mengangkat tangan saat berdoa menunjukkan bahwa Allah SWT berada di atas, tepatnya di Arsy di atas langit ke tujuh. Kegiatan ini menunjukkan kerendahan hamba di hadapan Tuhannya.

Menengadahkan tangan juga bermakna bahwa Allah Ta'ala adalah Dzat yang mengatur alam semesta, dan berbuat sekehendak-Nya. Oleh karena itulah Dia berhak diibadahi dan dimintai serta merendahkan diri kita pada Nya dengan serendah-rendahnya, karena memang barang siapa yang menyombong diri pada Nya akan memperoleh kehinaan.

Dalam mengangkat tangan juga menunjukkan bahwa Allah Dzat yang Maha Pengasih dan Pemurah, yang akan mengabulkan semua permintaan hamba Nya, tidak ada dosa yang tidak bisa diampuni oleh Nya, tidak ada kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi Nya, oleh karena itu Allah malu melihat hamba Nya yang mengangkat tangan pada Nya kemudian mengembalikannya dalam keadaan hampa, sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah.

Semua syariat Allah Ta'ala pasti mengandung hikmah yang sangat tinggi tak terbatas. Akal pikiran kita terlalu lemah untuk bisa mengungkap hikmah dibalik semua syariat yang ditetapkan Allah Ta'ala dan Rasul-Nya. Cukuplah bagi kita merupakan sebuah keutamaan kalau kita bisa mengungkap sebagiannya.

jumrah online | jumrah.com